Aku Merindu Peluk

Oleh: Desyi E. Setyaningrum

Kota ini panas sekali

Tapi hatiku dingin

Sungguh…

Aduh, aku merindu peluk

Darimu yang sedang membaca berita-berita basi

Lalu tertawa terbahak-bahak sendiri

Bahagia

Bahagia sekali

Di sampingmu, aku tidur sambil memeluk lutut

Dingin

Sungguh…

Oh, aku merindu peluk

Darimu yang selalu memukul wajahku dengan tangan terkepal

Dan menyayat jantungku dengan kata-kata tajam tak terperi

Sakit

Sakit sekali

Di sampingmu, aku memulai mimpi yang dibuat-buat

Tentang kita

Yang diam-diam saling memuja dan memuji

Lalu berdiam diri dalam kubangan cinta

Mana pelukmu?

Ma-na pe-luk-mu?

MANA PELUKMU?

Aku rindu

**********

Tentang penulis

Desyi E. Setyaningrum

@desyi_setya (Instagram)

Profil:

Seorang ibu rumah tangga yang disibukkan dengan kegiatan bergosip bersama suami, lari-larian bersama anak, kadang-kadang dikejar deadline nulis, dan bersama pikiran menjelajah ke mana-mana. Lahir di tahun 1986, sedang tinggal di Kupang, dan menjadi bucin selamanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *