Pentas Virtual sebagai Alternatif Pertunjukan

Virus covid-19 yang mewabah hingga ke seluruh penjuru dunia ini sangat meresahkan jagad dunia hiburan, termasuk seni pertunjukan. Bagaimana tidak, para seniman seni pertunjukan biasanya menyajikan berbagai pertunjukan secara langsung dan disaksikan oleh penonton langsung pada panggung-panggung di Gedung-gedung pertunjukan dalam satu pagelaran atau juga menjadi pengisi-pengisi acara hiburan di berbagai event, saat mewabahnya virus corona ini langsung mandeg, stag di tempat, dan harus di rumah saja. Tapi apakah selanjutnya para seniman ini akan kalang kabut dan merasa down saat ruang geraknya dibatasi? tentu tidak. Para seniman tentunya sangat kaya akan gagasan dalam berkarya, terlebih di zaman era globalisasi internet ini, yang mana segala yang jauh bisa didekatkan hanya dengan satu sentuhan gadget. Banyak para pelaku industri internet menawarkan berbagai aplikasi yang bisa digunakan dalam menghubungkan manusia dengan jarak jauh  secara virtual. Dan aplikasi ini bisa digunakan di seluruh dunia yang artinya manusia di seluruh dunia bisa menjangkaunya. Ada zoom, Umeetme, google meet, whatsapp, skype, webinar, dan sebagainya yang bisa digunakan untuk berbagai pertemuan termasuk juga menjadi ruang alternatif para pelaku seni untuk berkarya bersama.

Bagaimana karya-karya ini bisa dinikmati penonton layaknya pertunjukan secara langsung di gedung pertunjukan? Wah, zaman ini hal itu semua bisa diatasi meski berkarya di rumah saja dengan adanya berbagai media sosial. Pertunjukan bisa dibagikan, ditonton, dan diapresiasi oleh penikmat seni melalui media-media sosial. Ada facebook live, Instagram live, juga ada youtube live. Jika pun tidak dibagikan langsung secara live, tetap bisa disiarkan di media-media tersebut secara rakaman video. Tentu tidak terlalu mengurangi apresiasi dari para penikmatnya. Apakah bisa ada feedback secara langsung dari apresiator dalam menanggapi sebuah pertunjukan? Tentu saja bisa karena adanya ruang-ruang komentar dalam aplikasi tersebut yang bisa dibaca secara langsung oleh senimannya sebagai bagian dari apresiasi kritik dan saran yang membangun. Pentas-pentas  virtual semacam ini mulai dilakukan para seniman dalam mengatasi kemacetan berkarya di masa pandemi virus covid-19 ini. Seperti halnya yang dilakukan para seniman yang berkumpul di public grup facebook meditasi coronavirus (kontemplasi seni merawat silaturahmi) yang digagas seniman dengan akun facebook Agus Susilo. Ada beberapa seniman yang dijadwalkan untuk melakukan pertunjukan pentas virtual melalui facebook live grup tersebut. Berbagai macam bentuk kesenian disuguhkan seperti musik, monolog, pembacaan puisi, musikalilasi puisi, dan tari. Para seniman yang ingin menampillkan pertunjukan secara live bisa menghubungi admin grup tersebut yang kemudian akan menjadwalkan waktu pertunjukannya. Dalam satu hari dijadwalkan ada beberapa pertunjukan dari beberapa seniman dengan durasi maksimal sampai 30 menit per pertunjukan. Seperti hari minggu kemaren, salah satu seniman teater Herlina Syarifudin menggelar pertunjukan virtualnya di public grup tersebut dengan menyuguhkan gado-gado pertunjukan. Herlina melakukan pertunjukan kolaborasi dengan beberapa seniman di beberapa daerah di Indonesia dilakukan melalui join siaran langsung.  Herlina mengajak kolaborasi secara virtual dengan beberapa pelaku seni, seperti dengan Denie Matahari di bogor dalam bentuk kolaborasi gerak tari dan musik, juga bersama Enny Asrinawati yang posisinya di Tarakan Kalimantan Utara dalam bentuk gerak dan performance art, dan bersama Dewi Maharani Soetego di bogor, dalam bentuk gerak dan pembacaan puisi. Jadwal pentas virtual Herlina Syarifudin di pukul 22.00 WIB, di ujung serangkaian pertunjukan hari minggu itu. Selain menyuguhkan berbagai pertunjukan dalam gado-gadonya, Herlina juga mengajak kolaborasi dengan para penontonnya. Pertunjukkan ini terkesan hidup dengan adanya komentar-komentar dari para penonton yang tampak di layar gadget. Pentas virtual yang dilakukan Herlina Syarifuddin sangat attractive dengan dirinya menggunakan fitur-fitur efek yang ada di layanan facebook live. Tidak kalah menariknya dengan seperti kita menonton pertunjukan secara langsung di panggung. Hanya ada satu hal yang sangat menghambat jalannya kelancaran dalam melakukan pentas virtual ini, yaitu gagal sinyal. Apalagi jika pentas virtual dengan kolaborasi join live, jika salah satu peserta tiba-tiba kehilangan sinyal, bisa jadi pertunjukan akan terhenti. Maka disarankan untuk menyiapkan beberapa rencana sebelum melakukan  pentas virtual. Sehingga jika di tengah pertunjukan terjadi gagal sinyal, pertunjukan tersebut masih bisa disaksikan.  Jadi jangan takut untuk terus berkarya meski di rumah saja. (Nay)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *